Social Icons

Selasa, 01 Mei 2012

Kepribadian kompleks, kepribadian kreatif


Mihaly Csikszentmihalyi tak pelak lagi merupakan salah satu pakar terbaik di bidang kreativitas individu. Dia telah mencurahkan puluhan tahun dari hidupnya untuk menyelidiki fenomena kreativitas tersebut, termasuk mewawancarai banyak pemenang Hadiah Nobel dari bidang-bidang yang berbeda.
Salah satu kesimpulan yang didapatnya adalah (yang ditulis dalam bukunya yang terkenal, yang judulnya sungguh kreatif: Creativity): Tidak ada tipe kepribadian tertentu yang bisa dikorelasikan dengan kemampuan menjadi kreatif. Orang-orang kreatif bisa jadi adalah ekstrovert, tetapi banyak juga yang introvert. Raphael adalah seorang ekstrovert dan Michelangelo seorang introvert, dan keduanya adalah jenius besar. Orang-orang kreatif bisa juga alim seperti para ulama, bisa juga jahat seperti Hitler. Ada yang hidung belang, tetapi ada juga yang setia sampai mati. Ada yang konservatif, ada yang berpikiran terlalu maju. Ada yang serius, ada yang santai. Tegasnya, tidak ada konsistensi di sini.

Bagaimana dengan pengaruh genetik? Pengaruh genetik memang tidak bisa diabaikan, tetapi pengaruhnya lebih ke menentukan kecendrungan bidang mana yang akan dikuasai seorang individu dengan baik. Orang yang dilahirkan dengan sensitivitas yang tinggi terhadap suara akan cenderung menjadi ahli musik atau penyanyi yang baik. Bila hal itu digabung dengan latihan keras di bidang tersebut, mereka dengan mudah akan menjadi ahli musik atau penyanyi yang sukses dan kreatif.

Csikszentmihalyi kemudian menyimpulkan, kalaupun ada satu kata yang bisa dipakai untuk menyimpulkan sifat-sifat yang dimiliki orang-orang kreatif, maka kata tersebut adalah kompleks (complex). Dengan istilah ini, Csikszentmihalyi mengartikan kemampuan individu menunjukkan dua sifat ekstrim secara bersamaan, yang umumnya sulit ditunjukkan oleh orang-orang normal lainnya. Sebagai contoh, individu yang kreatif bisa memiliki imajinasi yang menggila dan kesadaran akan keterbatasan realitas pada saat yang sama. Kemampuan seperti itulah yang memungkinkan mereka berpikir secara “lain”.

Kemampuan menunjukkan sifat-sifat ekstrim tersebut sebenarnya dimiliki oleh setiap orang. Tetapi, pada kebanyakan dari kita, kita telah melatih diri kita sehingga hanya satu sisi dominan saja yang muncul. Carl Jung, psikoanalis dari Swiss yang terkenal itu telah lama menyelidiki fenomena tersebut dan menciptakan istilah shadow. Shadow adalah sisi lain dari sifat dominan kita yang jarang dikembangkan. Orang alim, misalnya, kadang ingin menjadi liar. Cowok macho kadang ingin menangis lepas. Menurut Jung, selama kita menekan shadow kita dengan keras dan berusaha menafikan keberadaannya, kita tidak bisa menjadi manusia seutuhnya.

Orang-orang kreatif, karenanya, adalah orang-orang yang bisa berdamai dengan shadow mereka. Lalu, apa saja sifat-sifat kontradiktif yang sering ditunjukkan oleh orang-orang kreatif? Csikszentmihalyi memberi sebuah daftar yang terdiri dari 10 pasangan sifat:
•          Energi fisik yang besar dan ketenangan. Mereka bisa bekerja keras sampai tidak mengenal waktu, bahkan pada usia tua; namun mereka tahu kapan harus berhenti dan mengisi ulang energi mereka.
•          Cerdas dan naif pada saat yang sama. Tentu tidak ada lagi yang meragukan kecerdasan orang-orang kreatif besar seperti Einstein, tetapi mereka sering melihat dunia melalui kaca mata seorang anak kecil (dan kadang menunjukkan sikap seperti anak kecil).
•          Suka bermain-main dan disiplin. Mereka bekerja keras dan disiplin, tetapi juga melihat pekerjaan mereka sebagai permainan yang menyenangkan.
•          Berimaginasi dan realistis. Mereka berkhayal untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan masa depan, tetapi tidak melarikan diri dari realitas dan keterbatasan hari ini.
•          Ekstrovert dan introvert. Mereka mampu menjalin hubungan dengan orang-orang lain, tetapi suka sendirian juga.
•          Rendah hati dan bangga. Mereka sadar pengetahuan dan ciptaan mereka merupakan hasil dari individu-individu besar lainnya, tetapi mereka juga berambisi besar dan berbesar hati dengan pencapaian yang mereka peroleh.
•          Maskulin dan feminin. Jangan lihat ini sebagai kecendrungan seksual yang mengarah ke homoseksualitas. Namun istilah ini menunjukkan kecendrungan psikologis dalam pengertian yang lebih luas. Sebagai contoh: pria yang kreatif memiliki kemampuan yang lebih dalam mengungkapkan perasaan mereka dibanding rekan-rekan mereka; sementara wanita kreatif bersikap lebih dominan dibanding wanita-wanita yang “kurang” kreatif.
•          Pemberontak dan patuh. Orang kreatif memberontak dengan mengajukan ide-ide baru, tetapi pada saat yang sama tetap mampu bekerja dan mengikuti peraturan di domainnya. Sebagai contoh: Anda tidak mungkin menjadi seorang pemusik kreatif bila tidak mengikuti aturan-aturan dan prinsip-prinsip dasar musik.
•          Bergairah dan bersikap objektif terhadap pekerjaannya. Dengan gairah, mereka memelihara energi untuk berkarya, dan dengan sikap objektif mereka menilai validitas dan menjaga kredibilitas karya mereka.
•          Mudah disakiti dan disenangkan. Sikap sensitif, atau penolakan-penolakan membuat mereka mudah disakiti; namun berkarya untuk sesuatu yang benar-benar disukai membuat mereka mendapatkan kepuasan jiwa terus menerus.

Polaritas seperti itu, menurut Csikszentmihalyi, memang dibutuhkan agar kita bisa menjadi kreatif. Tanpa kemampuan berpindah dari satu ujung ke ujung lainnya, kita sulit menciptakan sesuatu yang baru tetapi dihargai oleh dunia hari ini.
Anda tidak memiliki kemampuan menjadi insan yang kompleks seperti itu? Jangan kuatir. Toh, tidak semua sifat-sifat tersebut harus hadir pada orang yang sama. Hasil penelitian tersebut dilakukan pada insan-insan yang sungguh terkenal di bidangnya. Untuk orang-orang awam yang hanya ingin sekedar kreatif, kita tidak perlu memiliki jiwa sekompleks itu. Selain itu, seperti kata Csikszentmihalyi sendiri, kemampuan berkontradiksi tersebut sebenarnya sudah ada di dalam diri kita semua. Kita hanya perlu mengakui keberadaan shadow kita dan memakainya pada saat yang dibutuhkan.

Kita semua adalah makhluk-makhluk kreatif!

Sumber : Creative Thinking — itpin

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar