Social Icons

Rabu, 02 Mei 2012

Tiap Jam, Seorang Bayi Lahir Terpapar Candu Sejak dalam Rahim


Jakarta, Jumlah bayi lahir yang terpapar obat adiktif saat berada di dalam rahim makin meningkat. Antara tahun 2000 dan 2009, jumlah kasus gangguan yang terjadi pada bayi akibat terpapar obat-obatan terlarang atau obat resep selama kehamilan meningkat hampir 3 kali lipat di Amerika Serikat.

Selama periode yang sama, jumlah ibu yang menggunakan zat candu seperti heroin, kodein morfin, dan oksitosin pada saat persalinan meningkat 5 kali lipat.

Gejala gangguan akibat paparan obat tersebut dikenal dengan Neonatal Abstinence Syndrome (NAS) dan paling sering terjadi pada bayi baru lahir karena terkena candu saat berada di dalam rahim. Kondisi ini dapat membuat bayi lekas marah, sering mengalami tremor, kejang dan terserang gangguan pernapasan.

Selama masa penelitian, biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk mengobati bayi dengan Neonatal Abstinence Syndrome (NAS) ini meningkat 35%. Akibat gangguan ini, rata-rata bayi membutuhkan waktu selama 16 hari untuk diopname di rumah sakit.

"Meningkatnya kasus NAS dan biaya kesehatan yang terkait gejala ini menyerukan perlunya peningkatan upaya untuk mengurangi paparan zat candu sebelum kelahiran," kata peneliti seperti dilansir Live Science, Selasa (1/5/2012).

Penelitian yang dimuat Journal of American Medical Association ini juga menyerukan pentingnya standardisasi perawatan bayi dan mengembangkan metode baru untuk menangani kondisi yang dapat mengobati NAS dengan lebih baik.

Para peneliti dari University of Michigan Health System menganalisis informasi dari 2 database nasional, salah satu untuk anak-anak dan satunya lagi untuk orang dewasa. Setiap informasi memuat data dari sekitar 7 juta orang yang keluar dari rumah sakit.

Sepanjang tahun 2000 - 2009, tingkat bayi baru lahir yang didiagnosa mengidap NAS meningkat dari 1,2 tiap 1.000 kelahiran menjadi 3,39 tiap 1.000 kelahiran. Selama periode ini, jumlah ibu yang menyalahgunakan atau kecanduan opiat meningkat dari 1,19 tiap 1.000 kelahiran menjadi 5,63 tiap 1.000 kelahiran per tahun.

Biaya rumah sakit rata-rata untuk bayi baru lahir didiagnosis dengan NAS meningkat dari $ 39.400 sampai $ 53.400 atau sekitar Rp 361.5 juta sampai Rp 490 juta. Pada tahun 2009, sekitar 13.500 bayi didiagnosis mengalami NAS. Artinya, setiap 1 jam terlahir 1 bayi yang mengalami kondisi ini.

"Mengobati ibu yang menyalahgunakan opiat dengan buprenorfin nampaknya lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan konvensional dengan metadon," kata peneliti.

Sebuah peneltiian tahun 2010 menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang ibunya diobati dengan buprenorfin hanya memerlukan morfin 89% lebih sedikit dan menghabiskan waktu di rumah sakit 43% lebih singkat.

Putro Agus Harnowo - detikHealth

Related Post:

2 komentar:

  1. Very interesting blog. A lot of blogs I see these days don't really provide anything that attract others, but I'm most definitely interested in this one. Just thought that I would post and let you know.

    BalasHapus
  2. Hey keep posting such good and meaningful articles.

    BalasHapus