Social Icons

Selasa, 24 April 2012

Belajar Psikologi dari "James Bond"


Siapa yg tidak kenal dengan agen rahasia asal Inggris yg terkenal dengan 007atau James Bond. Pasti anda pernah menonton film James bond seperti Die AnotherDay, Quantum of Solace, Casino Royale, dll. Walaupun ini hanyalah film yg pada dasarnya fiksi, tetapi menurut saya, kita masih dapat mengambil beberapa value dari film James Bond.

Cool and calm dalam menghadapi musuh, itulah Bond, James Bond. Ketika dia menghadapi baku tembak dengan teroris, dia tau dia akan menang. Bond dikenal selalu bisa meloloskan diri dari keadaan terjepit dan itu membuatnya ditakuti musuh. Dan karena sikap cool and calm yang dimiliki membuat dia dengan mudah mendapatkan wanita-wanita nan cantik.

Sebaik apapun strategyatau rencana kita dalam hidup, apabila kita tidak se- “cool and calm” James Bond, maka hidup kita akan banyak mengalami kegagalan (jadi, tetaplah tenang mengahadapinya ).

Menjaga kestabilan psikologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tes dari waktu ke waktu. Semua orang dituntut untuk bisa tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi yang terjadi di kehidupannya.


1. Stay cool when under pressure
Ketika Bond harus meloncat diantara dua gedung tinggi, dia tau dia bisamelakukannya. Tidak ada rasa ragu-ragu didalam keputusannya.

Dalam mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus mengesampingkan rasa ragu, serakah dan rasa takut. Orang yang terlibat secara emosional dalam hidup sering kali membuat suatu kesalahan yang fatal dan tidakperlu.

Seringkali kita menjadi tidak disiplin setelah beberapa kali berhasil melakukan sesuatu, ataupun terlalu cepat berganti-ganti strategi atau rencana setelah gagal dalam satu hal. Salah satu kunci penting ialah mampu untuk mengatasi faktor emosi yang terjadi dalam masalah dan tidak terjerumus di dalamnya.


2. Know when to take a Break
Ketika kita dalam posisi terpuruk atau sedang "down", pikirkanlah untuk berhenti sejenak sebelum rasa takut dan kecewa mendominasi rencana yang telah kita buat. Tidak semua hal yang kita lakukan bisa berjalan mulus sesuai rencana, karena ada pepatah yang "Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan". Untuk itu, semua orang harus mampu menerima kekalahan.

Kita bisa beristirahat beberapa hari tanpa harus memikirkan masalah untuk membersihkan pikiran dan “mengobati” rasa bersalah kita. Sebab, jika kita tetap terus melakukan hal secara membabi buta dalam "memperbaiki kesalahan", justru kita seringkali menghasilkan "kesalahan" yang lebih besar, dan menghancurkan psikologi kita.

Ingat! Selalu ada hari esok, melalui pengembangan risk and reward ratio yang tepat, kita dapat “membayar” kesalahan yang kita buat.



Quotes of the day:
“The difference between a successful person and others is not a lack of strength, not a lack of knowledge, but rather in a lack of will." Vincent T. Lombardi

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar