Social Icons

Selasa, 24 April 2012

Seven Habits of Highly Effective People


1. Be Proactive
“Orang Proaktif adalah orang yang selalu memberi "jeda" sebelum bereaksi, nah reaksinya terserah anda, mau positif or negatif... Itu pilihan anda, minimal anda punya waktu untuk berpikir hasilnya, tidak asal bereaksi seperti orang Reaktif”

2. Begin with the end in mind
“Memfokuskan segala effort dan sumber daya lain yang mendukung untuk tujuan utama, tanpa tergoda dengan urusan lain”

3. Put First Thing First
“Kita harus membuat prioritas dalam hidup, mana yang harus dikerjakan pertama kali, letakkan yang paling utama”
 
4. Think Win-win
Nah, ini cukup menantang. Saya mau kasih sample sifat2 orang yang sering kita temui.

a. Ada kue tinggal satu di meja, tapi ada 3 orang yang pengen. Jika yang anda lakukan adalah mengambil kue tersebut dan membuangnya, berarti anda berpikir "LOSE-LOSE". Kenapa? Karena kalau kamu gak bisa dapet itu kue, biar orang lain jg gak ada yang dapet, adil kan?? Adil menurut orang LOSE-LOSE

b. Balapan mobil. Kita di posisi dua, tapi mau menang, akhirnya? Di tabrak lah ekor mobil depan, terpelanting lah. Dan anda menang ! Ini orang WIN-LOSE. Yang penting gue menang, apapun caranya.

c. Ada satu posisi lowong di suatu perusahaan, ada dua kandidat, anda dan 1 orang lagi. Entah karena suatu sebab akhirnya anda berkata "Ya udah, biarin deh dia di promosi, gue nanti-nanti aja". Nah ini bisa dibilang anda bersifat LOSE-WIN. Untuk situasi ini anda bukan mengalah, tapi anda tidak mau menang dan membiarkan orang lain menang.
Contoh mengalah yang baik adalah kalau keduanya bisa menang, misalnya "Saya kasih mobil lain lewat dulu perempatan jalan, supaya jalanan jadi tidak macet kayak benang kusut". Kedua mobil akan sampai ke tujuan.

d. WIN-WIN gimana sih? Nah salah satunya adalah "Share efforts". Misalnya, dari pada kita gontok2an untuk dapetin klien, gimana kalo kita berdua jadi partner?
Atau kita dari departemen berbeda, tapi saling support satu sama lain untuk kepentingan perusahaan, tanpa ngeliat "Bodo amat, yang penting gue achieve", dst.

Jadi gampangnya, anda harus berpikir gimana caranya tujuan kita dan tujuan orang lain, didapat keduanya.

Think WIN-WIN adalah berpikir gimana caranya orang lain menang, baru kita juga menang.
Habit ini ber-korelasi dengan habit berikutnya

5. Seek first to Understand, and then to be understood.
Ngertiin orang dulu, baru kita bisa dimengerti.
Ini biasanya kesulitan orang, adalah mendengarkan dan memahami orang lain.
Contoh yang paling gampang, ada temen yang curhat.
"Eh, gue lagi sebel sama si A, rese', masak dikit2 marah ama gue".
Nah, orang yang gak punya habit ini pasti merespon
"Iya tuh, si A emang rese' , gue juga suka digituin, gak jelas marah, kemarin aja gue ngalamin, blablabla"
Pembicaraan melantur kemana2 tanpa pernah tahu kenapa temen kamu di marahin.

Nah kalau orang yang punya habit ini merespon dengan yang disebut "Emphatic Listening"
"Oya? elo kena marah beneran?"
Pembicaran kemungkinan berlanjut jadi "Iya, dimarahin. Khan gue lagi chatting di PC, dia lewat nanyain deadline, tiba2 aja dia marah liat gue chatting".
"Oh, jadi elo chatting pada saat elo ada deadline?"
"Hmm, iya sih... harusnya gue beresin deadline gue dulu ya baru chatting??"

See? Ada akan mendapatkan penyebab kemarahan tersebut.
Anda bisa coba cara ini kepada anak anda terutama. Dengarkan mereka, jangan pernah melakukan "History Telling" kepada mereka seperti "Aku gak mau sekolah" dan anda jawab "Gimana sih? dari kakek kamu, papah, kakak-kakak kamu, semua sekolah. Kamu harus sekolah!!".
Lebih baik tanyakan kenapa dia tidak mau sekolah, gali dan gali terus tanpa harus men-judge bahwa keputusannya salah atau benar.

6. Synergize
Nah ini habit udah mulai untuk bekerja sama dengan orang lain. Kita bisa memberikan influence yang baik kepada orang lain untuk mendapatkan hasil terbaik.

7. Sharpen the saw
Kenapa yang diasah gergaji? bukan pisau atau golok? Karena gergaji memiliki mata pisau yang banyak yang harus diasah semua.
Seperti hidup kita. Kita harus mengasah fisik kita, otak kita, rohani kita, skill kita, dan lain2.
Tantang diri kita untuk menjadi lebih baik.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar