1. Be Proactive
“Orang Proaktif adalah orang
yang selalu memberi "jeda" sebelum bereaksi, nah reaksinya terserah
anda, mau positif or negatif... Itu pilihan anda, minimal anda punya waktu
untuk berpikir hasilnya, tidak asal bereaksi seperti orang Reaktif”
2. Begin with the end in mind
“Memfokuskan segala effort dan
sumber daya lain yang mendukung untuk tujuan utama, tanpa tergoda dengan urusan
lain”
3. Put First Thing First
“Kita harus membuat prioritas
dalam hidup, mana yang harus dikerjakan pertama kali, letakkan yang paling
utama”
4. Think Win-win
Nah, ini cukup menantang. Saya mau kasih sample sifat2 orang
yang sering kita temui.
a. Ada kue tinggal satu di meja, tapi ada 3 orang yang
pengen. Jika yang anda lakukan adalah mengambil kue tersebut dan membuangnya,
berarti anda berpikir "LOSE-LOSE". Kenapa? Karena kalau kamu gak bisa
dapet itu kue, biar orang lain jg gak ada yang dapet, adil kan?? Adil menurut
orang LOSE-LOSE
b. Balapan mobil. Kita di posisi dua, tapi mau menang,
akhirnya? Di tabrak lah ekor mobil depan, terpelanting lah. Dan anda menang !
Ini orang WIN-LOSE. Yang penting gue menang, apapun caranya.
c. Ada satu posisi lowong di suatu perusahaan, ada dua
kandidat, anda dan 1 orang lagi. Entah karena suatu sebab akhirnya anda berkata
"Ya udah, biarin deh dia di promosi, gue nanti-nanti aja". Nah ini
bisa dibilang anda bersifat LOSE-WIN. Untuk situasi ini anda bukan mengalah,
tapi anda tidak mau menang dan membiarkan orang lain menang.
Contoh mengalah yang baik adalah kalau keduanya bisa menang,
misalnya "Saya kasih mobil lain lewat dulu perempatan jalan, supaya
jalanan jadi tidak macet kayak benang kusut". Kedua mobil akan sampai ke
tujuan.
d. WIN-WIN gimana sih? Nah salah satunya adalah "Share
efforts". Misalnya, dari pada kita gontok2an untuk dapetin klien, gimana
kalo kita berdua jadi partner?
Atau kita dari departemen berbeda, tapi saling support satu
sama lain untuk kepentingan perusahaan, tanpa ngeliat "Bodo amat, yang
penting gue achieve", dst.
Jadi gampangnya, anda harus berpikir gimana caranya tujuan
kita dan tujuan orang lain, didapat keduanya.
Think WIN-WIN adalah berpikir gimana caranya orang lain
menang, baru kita juga menang.
Habit ini ber-korelasi dengan habit berikutnya
5. Seek first to Understand, and then to be understood.
Ngertiin orang dulu, baru kita bisa dimengerti.
Ini biasanya kesulitan orang, adalah mendengarkan dan
memahami orang lain.
Contoh yang paling gampang, ada temen yang curhat.
"Eh, gue lagi sebel sama si A, rese', masak dikit2
marah ama gue".
Nah, orang yang gak punya habit ini pasti merespon
"Iya tuh, si A emang rese' , gue juga suka digituin,
gak jelas marah, kemarin aja gue ngalamin, blablabla"
Pembicaraan melantur kemana2 tanpa pernah tahu kenapa temen
kamu di marahin.
Nah kalau orang yang punya habit ini merespon dengan yang
disebut "Emphatic Listening"
"Oya? elo kena marah beneran?"
Pembicaran kemungkinan berlanjut jadi "Iya, dimarahin.
Khan gue lagi chatting di PC, dia lewat nanyain deadline, tiba2 aja dia marah
liat gue chatting".
"Oh, jadi elo chatting pada saat elo ada
deadline?"
"Hmm, iya sih... harusnya gue beresin deadline gue dulu
ya baru chatting??"
See? Ada akan mendapatkan penyebab kemarahan tersebut.
Anda bisa coba cara ini kepada anak anda terutama. Dengarkan
mereka, jangan pernah melakukan "History Telling" kepada mereka
seperti "Aku gak mau sekolah" dan anda jawab "Gimana sih? dari
kakek kamu, papah, kakak-kakak kamu, semua sekolah. Kamu harus sekolah!!".
Lebih baik tanyakan kenapa dia tidak mau sekolah, gali dan
gali terus tanpa harus men-judge bahwa keputusannya salah atau benar.
6. Synergize
Nah ini habit udah mulai untuk bekerja sama dengan orang
lain. Kita bisa memberikan influence yang baik kepada orang lain untuk
mendapatkan hasil terbaik.
7. Sharpen the saw
Kenapa yang diasah gergaji? bukan pisau atau golok? Karena
gergaji memiliki mata pisau yang banyak yang harus diasah semua.
Seperti hidup kita. Kita harus mengasah fisik kita, otak
kita, rohani kita, skill kita, dan lain2.
Tantang diri kita untuk menjadi lebih baik.

0 komentar:
Posting Komentar