Social Icons

Selasa, 24 April 2012

SHARPEN YOUR “MARKETING SIXTH SENSE”


“…siapapun kita, untuk memiliki “indera keenam” yang mampu menerawang enxiety serta desire pelanggan, salah satu syaratnya adalah melalui “tirakat” di dunia mereka”


Di pertengahan era 1990-an, ada sebuah eksperimen menarik yang dilakukan oleh kwartet neuroscientist Giacomo Rizzolatti, Vittorio Gallese, Luciano Fadiga, dan Leonardo Fogassi.

Para  scientist asal Italia ini menemukan bahwa di dalam otak manusia terdapat sebuah area unik yang mereka namakan mirror neuron. Dinamakan seperti itu karena bagian ini memungkinkan  kita untuk mereplikasi perilaku orang lain yang kita lihat, seolah-olah kita sendiri yang melakukannya.

Kemampuan tersebut menjadikan mirror neuron memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Misalnya saja saat kita menyaksikan seorang berlatih menggiring bola di tanah lapang, saat itu pula sebenarnya mirror nueron sedang membantu kita untuk belajar menggiring bola sendiri. Di level bawah sadar, mirror neuron  memungkinkan kita untuk belajar hanya dengan melihat (learning just by watching).
Namun mirror neuron  masih menyimpan satu rahasia lagi yang tidak kalah dahsyat: kemampuan untuk menggali tacit information tentang orang lain. Neuron ini tidak hanya membantu proses belajar kita, namun juga membantu kita menyelami kehidupan orang lain.
Kita pun menjadi lebih mudah memahami apa yang dirasakan orang lain:kebahagiaan saat mereka senang dan kesedihan saat mereka berduka, termasuk memahami kegelisahan dan keinginan mereka yang paling dalam (anxiety and desire).
Bayangkan apa yang bisa dilakukan oleh seorang marketer jika “indera keenam” tersebut dimiliki!
Namun mirror neuron memiliki satu keterbatasan. Area emas di dalam otak kita membutuhkan interaksi langsung dengan obyek agar optimal potensi mirroring yang dimilikinya. Artinya, sebagai marketer kita harus langsung bertemu dengan pelanggan untuk bisa memahami  anxiety dan desire yang dimilikinya. Atau jika memungkinkan, melakukan apa yang pelanggan lakukan.
Penelitian dari para neuroscientist ini mengajarkan kepada kita, bahwa menjadi marketer handal tak cukup hanya bertumpu pada kemampuan analisa yang mumpuni dari belakang meja. Bertemu langsung atau pun menjalani langsung kehidupan mereka adalah sebuah pra syarat agar kita bisa memahami context yang ada di balik semua data dan angka.
Jika Anda adalah karyawan baru di Netlfix, perusahaan jasa penyewaan video asal Amerika, maka Anda berhak mendapatkan free subscription untuk menikmati layanan dari perusahaan selama jangka waktu tertentu.
Tidak punya DVD player di rumah? Jangan khawatir, baik yang di front office maupun back office, mampu merasakan apa yang dirasakan pelanggan. Benar-benar merasakannya sendiri, tidak sekedar membayangkan.
Kesimpulannya, siapapun kita, untuk memiliki “indera keenam” yang mampu menerawang enxiety serta desire pelanggan, salah satu syaratnya adalah melalui “tirakat” di dunia mereka.

Sumber :
 (Dr. Jacky Mussry – Chief Knowledge Officer, MarkPlus, Inc.)

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar